Surabaya- Hari Ahad kemarin (10/02) terlihat pengunjung memadati JX Internationl Jatim Expo di jalan Ahmad Yani no 99 Surabaya untuk menghadiri Kajian Koh Steven Ketua Mualaf Center Indonesia (MCI) serta bincang bisnis dari narasumber handal Bapak Yudha Setiawan (Owner Laziza) dan Bapak Iman Supriyono Konsultan senior di @snfconsulting.

Acara Kajiah Koh Steven bertema ‘Perkembangan dan Problematika Mualaf di Indonesia’ dimulai pada pukul 13.00-14.30 WIB dan dim. Kajian Koh Steven kali ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan membantu sesama saudara kita para mualaf yang membutuhkan bantuan. Seringkalinya Mualaf Center Indonesia menemui kesulitan untuk mengajukan bantuan dana karena terhalang prosedur lembaga-lembaga yang berbelit dan proses realisasi yang lama. Padahal bantuan yang diperlukan oleh para mualaf adalah bantuan yang sifatnya fast response.

Selain itu beberapa pengunjung membagikan kisah dan berterima kasih telah terbantu dengan keberadaan Mualaf Center Indonesia (MCI). Hal ini juga didukung data bahwa Alhamdulillah sebanyak 58 ribu mualaf sampai saat ini telah terfasilitasi oleh MCI. Mualaf Center Indonesia (MCI) membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para mualaf dimanapun berada untuk berkoordinasi, mediasi dan memfasilitasi mereka untuk menimba ilmu dan memperoleh bimbingan agama.

Acara Bisnis bersama Bapak Yudha Setiawan dan Bapak Iman Supriyono tak kalah menarik. Pada bincang bisnis tersebut Pak Yudha sebagai Pengusaha yang berpengalaman membagi kiat dan ilmu dalam berwirausaha. Beliau menceritakan bahwa sebelum beliau terjun di dunia kuliner dengn usaha beliau sekarang, beliau sempat memiliki usaha distributor seluler bersama rekannya, namun sayang usaha tersebut tak berkembang dan beliau sempat merugi. Tak patah semangat dengan keadaan tersebut, Owner Lazizaa ini mencoba peruntungannya di bidang usaha kuliner. Dengan mengusung strategi marketing ‘Makan Gratis Bayar dengan Doa’ saat ini Lazizaa telah memiliki 40 outlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

‘Initinya sebelum memulai bisinis pastikan dulu rencana dan model bisnis yang akan dijalankan, sehingga kita tahu dengan jelas bisnis seperti apakah yang akan kita jalankan nanti, tidak hanya bermodal nekat yang nantinya berakhir dengan hasil yang kurang maksimal’ ujar Pak Yudha. Memulai bisnis memang diperlukan modal, namun jangan jadikan hal tersebut penghalang untuk mengembangkan bisnis kita’ tambah nya.

Penggunaan Analisis SWOT dan pengembangan metode penjualan seperti bergabung dengan E-commerce diperlukan dalam mengembangkan bisnis.

Bincang bisnis kedua bersama Bapak Iman Supriyono mengupas trend bisnis berjamaah untuk mengembangkan suatu jenis produk tertentu yang jarang dipikirkan oleh masyarakat. Beliau menambahkan bisnis berjamaah diperlukan untuk menopang modal yang kuat agar negara kita memiliki suatu bisnis yang kuat dan tidak terambil alih oleh pihak asing. Bapak Iman juga menyarankan untuk mengembangkan fungsi wakaf di Indonesia agar manfaat wakaf dapat bermanfaat secara nyata di masyarakat.
.
.
.
Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian
.
.
#LaznasLMI #LMIcaretoshare #caretoshare #peduli #berbagi #muslim #indonesia #infaq #shadaqah #hijrah #kaumdhuafa #zakatismylifestyle #islamicfest #jiexpo #silaturahim #eventsurabaya #talkshow #businesstalk #sharingiscaring