Ngawi – Keterbatasan ekonomi tidak membatasi semangat berbagi ilmu. Itulah yang diyakini para pengajar di TPA Al Mujahidin. Tempat belajar Al Quran bagi anak-anak yang terletak di Mushola Mujahidin Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi tersebut memiliki guru yang bukan berasal dari kalangan berpunya.

Tengoklah Ustadz Karto. Da’i pengajar TPA Al Mujahidin tersebut kesehariannya berjualan empek-empek untuk jajanan sekolah. Selain itu, para ustadzah di TPA bekerja  membantu masak di sebuah usaha katering. Melihat penghasilan mereka yang tidak seberapa tidak lantas menghentikan semangat untuk mengajar Al Quran.

Bahkan, anak-anak sudah belajar menghafal Al Quran. Misalnya juz 30 dalam surat-surat panjang seperti An Naba. Jumlah murid TPA juga cukup banyak. Mencapai 130 anak.

Karena itu, Laznas LMI menyerahkan bantuan tambahan kafalah atau donasi untuk delapan ustadz dan ustadzah pada Sabtu (14/4). Ketika itu, para pengajar menyambut dengan rasa syukur dan gembira.

Ini adalah salah satu program pemberdayaan dai Indonesia untuk membantu mensejahterakan para ustadz ustadzah yang mengajar Al Quran. Semoga kita tergerak untuk terus membantu para pahlawan tanpa tanda jasa itu.

————————-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian