Pare/Kediri – Daerah yang dikenal sebagai salah satu daerah pendidikan bahasa inggris, tentunya memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Kampung Inggris, sebagai salah satu ikonik kota Pare (kabupaten Kediri) merupakan salah satu tempat favorit bagi masyarakat untuk belajar bahasa Inggris. Tidak sedikit mahasiswa atau pelajar yang memanfaatkan waktu liburan untuk memperdalam bahasa Inggris di sini. Termasuk diantaranya para calon mahasiswa yang hendak melanjutkan perkuliahan di luar negeri, mereka mengasah dan melatih kemampuan bahasa Inggrisnya di Kampung Inggris.

Muzakki Andre Elfast - CopyItu pula yang di lakukan oleh Andrian Dwi Irijawanto. Pria yang biasa disampa Mr. Andre ini pernah menjadi alumni kampung Inggris, kemudian melanjutkan pendidikan bahasa Inggris di perkuliahan, dan kemudian akhirnya menjadi salah satu pemilik kursus bahasa Inggris di Pare.

Awalnya dengan mendirikan kursus bahasa inggris, dengan patungan modal bersama seorang teman. “Kawan saya bagian marketing dan promosi, sedangkan saya bagian kurikulum dan pengajaran. Alhamdulillah, kursus tersebut berkembang pesat”, tutur Andre memulai kisahnya.

Seiring dengan perkembangan lembaga, maka ada perubahan serta idealisme yang perlu tetap dijaga. Akhirnya dengan berbagai macam pertimbangan,tahun 2002 Andre mengundurkan diri dari lembaga tersebut.

Selepas itu  Andre mendirikan lembaga kursus sendiri bernama Elfast. Mulai lagi dari awal, mengontrak rumah sebagai tempat usaha dan menyusun kurikulum secara mandiri.  Dan sekali lagi usaha Andre bisa diterima oleh masyarakat, Elfast mulai berkembang dan dikenal luas.

Berkembangnya Elfast, menurut Andre hampir sebagian besar karena campur tangan Allah. “Saya merasa tidak pintar berbisnis atau menjadi seorang entrepreneur. Tapi semuanya saya rasa karena kehendak Allah” ungkap Andre.

“Saya rasa karena kami rutin mengeluarkan zakat dari hasil bisnis usaha ini, dan saya beruntung karena mendapatkan istri yang peduli akan agama, dalam hal ini zakat”, ujar pria 44 tahun ini.

Bagaimana bisa karena zakat? Untuk hal ini Andre tak ragu berbagi kisahnya.

Andre menikah dengan istri tahun 1999. Awal-awal pernikahan merupakan  masa perjuangan untuk hidup lebih baik, dan tentunya penyesuaian akan karakter pasangan. Saat itu zakat dan infaq tetap di keluarkan, namun belum secara rutin.

“Setelah anak pertama lahir, sepertinya kami ini ditegur oleh Allah. Anak sering sakit dan masuk rawat inap di rumah sakit. Dari situ kemudian saya dan istri berpikir, ini ada apa?” tutur suami dari Wirda Erikawati ini.

Andre kemudian melanjutkan, “Setelah dipikir-pikir, mungkin karena zakat dari usaha kami belum terbayar secara optimal. Akhirnya istri benar-benar menghitung penghasilan dari Elfast, dan setiap tahun selalu disisihkan dan dibayarkan. Sejak saat itulah, keadaan menjadi lebih baik. Anak sehat dan usaha pun lancar.”

Bagaimana cara menghitung zakat? Andre mempercayakan hal ini sepenuhnya kepada sang istri. Yaitu dengan menghitung setiap penghasilan yang didapatkan setiap bulannya, yang langsung di sisihkan zakatnya, kemudian di catat dan disimpan,. Ketika sudah satu tahun, maka di bayarkan kepada lembaga amil zakat.

“Terus terang peranan istri saya cukup besar, dia yang memang mengelola manajemen lembaga, dan menghitung-hitung”, ujar ayah tiga anak ini.

Moment ketaatan akan zakat ini kemudian menjadi inspirasi tersendiri bagi Andre. Jangan sampai kehilangan moment, karena kedisplinan kita kendor. Karena zakat merupakan moment tahunan yang jangan sampai terlewat, karena kita lalai menghitung harta kita yang memang wajib kita sisihkan untuk zakat.

Bahkan, karena begitu semangatnya, membuat Andre tak ingin ketinggalan untuk melaksanakan ibadah lain. “Jangankan zakat, moment qurban aja kami yang saat itu merasa mampu tapi ga punya uang, akhirnya saya minta istri berhutang untuk qurban. Bukan karena memang tak mampu, tapi karena kita lupa menyisihkan uang untuk qurban”.

Karena qurban merupakan salah satu bukti ketakwaan kita kepada Allah. Jangan sampai tertinggal. Sama hal nya dengan zakat. Zakat adalah perintah yang di wajibkan oleh Allah, dan jangan sampai kita di ‘sentil’ Allah karena lupa membayar zakat.  “Ga enak mas, di tegur Allah”, ujar Andre.

Andre pun berharap, lembaga amil zakat dapat terus menggali potensi zakat perusahaan. “Karena banyak pemilik perusahaan yang belum memahami akan zakat perusahaan. Jangan sampai keuntungan usaha, justru menjadi hambatan keberkahan yang akan diterima karena lupa atau belum dibayarkan zakatnya”, pungkas Andre. [af]

 

*Andrian Dwi Irijawanto

Owner Elfast English Course