Konsultasi Syariah

Oleh: Ustaz Prof. Dr. H. M. Roem Rowi, MA.

Ketua Dewan Pengawas Syariah LMI


Assalamualaikum, Ustaz.

Saya seorang perempuan yang belum memiliki suami dan saya memiliki dana yang cukup untuk berhaji. Kebetulan saya tinggal di luar negeri yang jumlah muslimnya tidak banyak, sehingga jika saya sanggup membayar biaya haji maka bisa langsung berangkat dalam waktu dekat. Tetapi, karena saya tidak memiliki muhrim untuk membersamai selama ibadah haji, orang tua saya pun melarang saya menunaikan ibadah haji dan menyarankan untuk umroh saja. Apakah saya dosa karena melanggar rukun Islam ke lima, Ustaz?

Salam,

Della


Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Al-Imran Ayat 97:

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Ibadah haji adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu tanpa syarat, termasuk tidak ada syarat harus sudah menikah ataupun sudah menikah. Adapun orang tua yang melarang putra-putrinya menunaikan ibadah haji karena belum memiliki pasangan maka hal tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, saat melakukan ibadah haji semua peserta akan dikelompokkan dan memiliki pembimbing. Sehingga tidak ada alasan tidak aman atau semacamnya.

Sementara itu, umroh bukanlah sebuah solusi  karena umroh itu bagian haji.

Sekalipun seorang anak harus berbakti kepada orang tua, namun jika orang tua memiliki sikap yang salah karena bertentangan dengan syariat, maka anak tidak boleh mematuhi perkara tersebut. Sebaliknya, dia berkewajiban untuk mengingatkan.

Semoga penjelasan dari kami cukup dapat dipahami.