Pedoman Perintah ber-Zakat dan ber-Sedekah

Pedoman berzakat dan bersedekahZakat merupakan salah satu kewajiban bahkan rukun serta pilar utama ajaran Islam. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Islam itu dibangun diatas 5 pilar yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, naik haji dan puasa Ramadhan.”

Zakat yang menurut bahasa memilik arti bersih ini bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan harta yang kita miliki karena pada dasarnya harta pemberian Allah yang kita miliki itu didalamnya tersimpan hak-hak untuk orang miskin yang meminta atau orang miskin yang tidak meminta-minta.

Sedangkan menurut syar’i, zakat adalah mengeluarkan sebagian dari hartanya untuk mereka yang berhak (Mustahiq) dimana besaran prosentasenya beserta waktunya telah ditentukan.

Pada zaman Rasulullah SAW, zakat terbagi menjadi 2 periode yaitu periode Mekkah dan periode Madina. Adapun zakat periode Mekkah masih bersifat umum, Dimana perintah zakat dalam Al Quran masih tertuang dalam kata-kata umum berupa “memberi makan” atau “mengajak orang untuk memberi makan” atau “memberikan hak orang yang meminta-minta, miskin, dan terlantar”. Seperti dalam Al Quran surat Al Fajr : 17-18

 

 

 

“17. sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576] 18. dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,” (QS Al Fajr 89:17-20) 

Atau dalam surat Adz Dzariyat : 19-20

 

 

 

“19. dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian[1417]. 20. dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.” (QS Adz-Dzariyat 51:19-20)

Jadi pada periode ini Islam telah menanamkan kesadaran di dalam dada orang-orang Islam bahwa ada hak-hak orang yang berkekurangan dalam harta mereka. Hak yang harus dikeluarkan, tidak hanya berupa sedekah sunnat yang mereka berikan atau tidak diberikan sekehendak mereka sendiri.

Sedangkan zakat pada periode Madinah telah dijelaskan dengan lengkap mulai dari besaran harta, penerima, waktu, orang-orang yang membagikan zakat sampai dengan siapa penanggung jawab zakat sampai dengan akibat jika tidak melaksanakannya. Begitu juga dengan perintah untuk berzakat tidak lagi menggunakan kata-kata umum melainkan kalimat perintah seperti yang tertuang dalam surat At Taubah : 103

Surat At Taubah 103

 

 

 

 

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS At Taubah 9:103)

Pada periode ini Allah SWT juga memberi peringatan keras kepada siapa saja yang tidak menunaikan zakat diantaranya adalah

    1. Bukan termasuk orang-orang yang bertaqwa

 

 

 

 

 

 

 

“ hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At Taubah 9 : 18)

    1. Tidak akan mendapat rahmat Allah

       

       

       

       

       

       

       

      “ dan tetapkanlah untuk Kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; Sesungguhnya Kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami".” (QS Al A’raf 7 : 156)

      Tidak berhak mendapat pertolongan dari Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman

       

       

       

       

       

       

       

      “ 55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). 56. dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah[423] Itulah yang pasti menang. “ (QS Al Maidah 5 : 55 – 56)

    2. 3.Tidak mendapat pembelaan Allah

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

      “40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah". dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,

      41. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS Al Hajj 22 : 40 - 41)

      Dalam buku Sari Penting Kitab DR. Yusuf al-Qaradhawy dikatakan bahwa “Zakat bukan bertujuan sekedar untuk memenuhi baitul maal dan menolong orang yang lemah dari kejatuhan yang semakin parah. Tapi tujuan utamanya adalah agar manusia lebih tinggi nilainya daripada harta, sehingga manusi menjadi tuannya harta bukan menjadikan budaknya. Dengan demikian kepentingan tujuan zakat terhadap si pemberi sama dengan kepentingannya terhadap si penerima”.

Beberapa tujuan dan dampak zakat bagi si PEMBERI menurut DR. Yusuf Al-Qaradhawy adalah:

  1. Zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir

    Zakat yang dikeluarkan karena ketaatan pada Allah akan mensucikannya jiwa dari segala kotoran dan dosa, dan terutama kotornya sifat kikir.  (QS At Taubah 9:103)

    Penyakit kikir ini telah menjadi tabiat manusia (QS Al Isra’ 17:100; QS Al Maariij 70:19), yang juga diperingatkan Rasulullah SAW sebagai penyakit yang dapat merusak manusia (HR Thabrani), dan penyakit yang dapat memutuskan tali persaudaraan (HR Abu Daud dan Nasai). Sehingga alangkah berbahagianya orang yang bisa menghilangkan kekikiran. "Barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (QS Al Hasyr 59:9; QS At Taghaabun 64:16).

    Zakat yang mensucikan dari sifat kikir ditentukan oleh kemurahannya dan kegembiraan ketika mengeluarkan harta semata karena Allah. Zakat yang mensucikan jiwa juga berfungsi membebaskan jiwa manusia dari ketergantungan dan ketundukan terhadap harta benda dan dari kecelakaan menyembah harta.

  2. Zakat mendidik berinfak dan memberi

    Berinfak dan memberi adalah suatu akhlaq yang sangat dipuji dalam Al Qur'an, yang selalu dikaitkan dengan keimanan dan ketaqwaan (QS Al Baqarah 2:1-3; QS Asy Syuura 42:36-38; QS Ali Imran 3:134; QS Ali Imran 3:17; QS Adz Dzariyat 51:15-19; QS Al Lail 92:1-21)

    Orang yang terdidik untuk siap menginfakan harta sebagai bukti kasih sayang kepada saudaranya dalam rangka kemaslahatan ummat, tentunya akan sangat jauh sekali dari keinginan mengambil harta orang lain dengan merampas dan mencuri (juga korupsi).

  3. Berakhlaq dengan Akhlaq Allah

    Apabila manusia telah suci dari kikir dan bakhil, dan sudah siap memberi dan berinfak, maka ia telah mendekatkan akhlaqnya dengan Akhlaq Allah yang Maha Pengash, Maha Penyayang dan Maha Pemberi.

  4. Zakat merupakan manifestasi syukur atas Nikmat Allah

  5. Zakat mengobati hati dari cinta dunia

    Tenggelam kepada kecintaan dunia dapat memalingkan jiwa dari kecintaan kepada Allah dan ketakutan kepada akhirat. Adalah suatu lingkaran yang tak berujung; Usaha mendapatkan harta ----> mendapatkan kekuasaan ----> mendapatkan kelezatan ----> lebih berusaha mendapatkan harta, dst. Syariat Islam memutuskan lingkaran tsb dengan mewajibkan zakat, sehingga terhalanglah nafsu dari lingkaran syetan itu. Bila Allah mengaruniai harta dengan disertai ujian/fitnah (QS Al Anbiya’ 21:35; QS At Taghabun 64:15; QS Al Fajr 89:15) maka zakat melatih si Muslim untuk menandingi fitnah harta dan fitnah dunia tsb.

  6. Zakat mengembangkan kekayaan bathin. Pengamalan zakat mendorong manusia untuk menghilangkan egoisme, menghilangkan kelemahan jiwanya, sebaliknya menimbulkan jiwa besar dan menyuburkan perasaan optimisme.

  7. Zakat menarik rasa simpati/cinta

    Zakat akan menimbulkan rasa cinta kasih orang-orang yang lemah dan miskin kepada orang yang kaya. Zakat melunturkan rasa iri dengki pada si miskin yang dapat mengancam si kaya dengan munculnya rasa simpati dan doa ikhlas si miskin atas si kaya.

  8. Zakat mensucikan harta dari bercampurnya dengan hak orang lain (Tapi zakat tidak bisa mensucikan harta yang diperoleh dengan jalan haram).

  9. Zakat mengembangkan dan memberkahkan harta.

  10. Allah akan menggantinya dengan berlipat ganda (QS Saba’ 34:39; QS Al Baqarah 2:268; dll). Sehingga tidak ada rasa khawatir bahwa harta akan berkurang dengan zakat.

Adapun tujuan dan dampak zakat bagi si penerima:

  1. Zakat akan membebaskan si penerima dari kebutuhan, sehingga dapat merasa hidup tentram dan dapat meningkatkan khusyu ibadat kepada Tuhannya.

    Sesungguhnya Islam membenci kefakiran dan menghendaki manusia meningkat dari memikirkan kebutuhan materi saja kepada sesuatu yang lebih besar dan lebih pantas akan nilai-nilai kemanusiaan yang mulia sebagai khalifah Allah di muka bumi.

  2. Zakat menghilangkan sifat dengki dan benci

    Sifat hasad dan dengki akan menghancurkan keseimbangan pribadi, jasamani dan ruhaniah seseorang. Sifat ini akan melemahkan bahkan memandulkan produktifitas. Islam tidak memerangi penyakit ini dengan sematamata nasihat dan petunjuk, akan tetapi mencoba mencabut akarnya dari masyarakat melalui mekanisme zakat, dan menggantikannya dengan persaudaraan yang saling memperhatikan satu sama lain.

Hitung Zakat

 

www.bet365.com best odds.

Look revie here - Online betting full information by artbetting.net
Reviw on bokmaker Number 1 in uk w.artbetting.net William Hill
Full Reviw on best bokmaker - Ladbrokes l.artbetting.net full information