Sidoarjo – Memiliki keterbatasan tidak menjadikan Lilis Atik hanya berpangku tangan. Dia merupakan seorang penyandang tuna netra. Meski tidak bisa menggunakan indra penglihatannya sama sekali, Lilis mencari nafkah untuk keluarga. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus membiayai sekolah sang anak, Lilis menjadi terapis pijat.

Sembari menunggu pasien yang datang, Lilis juga tidak diam saja. Dia berikhtiar dengan berjualan pulsa reguler dan menjajakan kerupuk mentah.

Lilis bekerja keras lantaran dirinya seorang janda dengan seorang putri yang tengah kuliah. Sang putri kuliah dengan bantuan biaya dari orang yang peduli di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta.

Lilis selama ini menempati sebuah kos dengan sistem sewa. Biaya sewanya pun tidak murah. Padahal, pendapatannya dari sekitar satu pasien sehari hanya Rp 30-50 ribu. Meski begitu, Lilis enggan meminta-minta. Selain itu, Lilis juga mengisi waktunya dengan membaca Al Quran braile.

Melihat perjuangan ibu tuna netra tersebut, Laznas LMI menyalurkan bantuan modal usaha untuknya pada Rabu (4/7). Lilis menerima bantuan itu dengan wajah sumringah.

Di balik matanya yang tidak bisa melihat, tampak sebuah raut kebahagiaan. Perempuan berusia 45 tahun yang saat ini tinggal di Bungurasih, Sidoarjo tersebut menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada para donatur.

Kepedulian kita akan membantu para perempuan tangguh seperti Lilis. Mari berdonasi yang terbaik melalui Laznas LMI. Dengan berbagi, harta kita tidak akan berkurang namun terus bertambah.

————————-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik
📈 Audit Keuangan 2017 Opini Wajar Tanpa Pengecualian