Ma’rifatul Quran

Oleh: Dr Amir Faishol Fath, MA.

Ahli Tafsir Al Qur’an

Ringkasan dari seluruh isi Al Quran dan hadist hanya satu, yaitu taqwa. Taqwa yang bagaimana? Yaitu sikap sebagaimana muslim yang islamnya tidak hanya di masjid-masjid, tetapi juga di seluruh sisi kehidupan. Sayangnya, tidak sedikit orang mengaku beriman tetapi memahami taqwa adalah kesalihan pada dimensi ritual saja yang cukup dengan shalat, puasa, dan berhaji.

Perhatikan ayat berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

Islam yang kaffah adalah apabila dia seorang pedagang, maka dia jujur dengan barang dagangannya. Jika dia seorang politikus, maka dia tidak akan korupsi. Nilai-nilai keislaman ini yang harusnya dibawa juga jika berada di pasar, di kantor, di mana pun kita berapa. Sebab, Allah tidak memerintahkan mahkluknya untuk bertaqwa hanya dengan di masjid saja.

Pada zaman Rasulullah, tidak ada sahabat yang berpendidikan formal dan bergelar tinggi. Mereka tidak menyandang predikat doktor maupun profesor, tapi mampu memimpin seperempat dunia dan mengentaskan manusia dari kemiskinan dan kelaparan. Bahkan, saat itu petugas maal yang sedang mengecek dari rumah ke rumah tidak menemukan satu pun orang yang membutuhkan zakat.

“Seandainya kamu datang kemarin, niscaya kami terima,” kata mereka. Padahal, sekalipun petugas maal tersebut datang kemarin, mereka akan menjawab dengan jawaban yang sama. Pada masa itu, orang miskin saja harus dicari. Sungguh, betapa makmurnya jika pemimpin dan rakyatnya adalah hamba yang bertaqwa.

Ketika Allah menurunkan risalah Islam, bukan semata ingin menyempitkan hambanya untuk berada di masjid. Allah ingin hambanya juga menyebar ke semua tempat untuk memberi manfaat. Keshalihan yang tidak sekadar dalam ibadah sehari-hari, tetapi juga kesalihan sosial, politik, dan ekonomi.

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An-Nahl: 90)

 

Pada ayat tersebut yang Allah sebutkan pertama adalah sikap. Sebagaimana seorang hamba yang mengaku iman kepada Allah, maka dia harus punya sikap sosial. Sikap ini yang kemudian menjadi ukuran iman, sehingga keshalihan ritual tidak cukup untuk mengukur tingkat keimanan seseorang. Di zaman nabi pun banyak yang shalih dhohir-nya, tetap mereka memihak kepada orang kafir dan bertentangan dengan nabi. Mereka lah yang disebut munafikun.

Awal hijrah Allah menurunkan surat Al-Baqarah secara bertahap selama 9 tahun di kota Madinah. Digambarkan pula keadaan mereka di awal surat Al – Baqarah bahwa kelak akan dihadapi umat sepanjang sejarah: pertama yang jujur islamnya; kedua yang jelas kafir musyriknya; dan ketiga tidak jelas karena dia muslim tapi samar. Tipe ketiga ini yang menjelaskan makna taqwa.

Al Baqarah 1-3

(1) الم
Alif laam miim

(2) ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

(3) ۙالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Ayat ini merupakan petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Mengapa bukan mukminin? Banyak yang mengaku beriman tapi tidak bertaqwa. Menjadi bertaqwa memang tidak mudah, sebab menyangkut semua urusan seluruh kehidupan.

Semoga kita semua adalah orang yang tidak hanya berislam di masjid-masjid, tetapi juga berislam di lingkungan tempat kita tinggal, tempat kita bekerja, dan di manapun kita berada.