Trasformasi sosial ummat: refleksi 24 tahun LMI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mbah Mahiyah adalah buruh ternak kambing yang sudah sepuh, usinya lebih dari 80 tahun. Selama menjadi buruh ternak , Mbah Mahiyah belum pernah merasakan nikmatnya daging kambing yang dia ternak, bahkan belum pernah memegang daging kambing mentah. Daya belinya pada kebutuhan dasar pun rendah. Hidup di desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo di lereng Gunung Ijen, Mbah Mahiyah hidup dalam kemiskinannya.

Tahun 2019 ini LMI memasuki usia 24 tahun. Para pendiri LMI pada tahun 1995 mencanangkan visi  memberdayakan umat agar terbebas dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan lainnya. Di dalam program pemberdayaan masyarakat yang dikelola LMI, ada dua kategori kemiskinan, yaitu kemiskinan material dan spiritual.

Memberdayakan berarti mentransformasi kemiskinan menjadi kecukupan dan kemandirian, dari mustahik hingga menjadi muzakki. Keberhasilan LMI adalah manakala mampu mentrasformasi umat dari semua bentuk keterbelakangan menjadi umat yang mandiri, sejahtera ,dan maju secara peradaban. Keberhasilan inilah yang akan mengalirkan pahala secara terus menerus kepada semua donatur hingga hari kiamat tiba.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi September 2019