Bersihkan Diri Dengan Ramadhan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sobat Zakat, ada sebuah hadis yang berbunyi “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Ada beberapa penafsiran tentang hati pada hadis tersebut, namun pesan utamanya adalah sebagai seorang mukmin, kita harus menjaga hati. Hati yang menjadi tempat berhimpunnya seluruh kemuliaan kita sebagai manusia, yang menentukan apakah kita akan menjadi manusia bertakwa atau kah manusia yang fasik. Hati yang membenarkan seluruh amalan kebaikan kita, ataukah hati yang mendorong perbuatan maksiat.

Hati layaknya rumah, perlu untuk selalu dibersihkan. Rumah yang bersih dan wangi, niscaya akan didatangi makhluk-makhluk baik, cahaya matahari berlimpah, oksigen mengalir segar, tikus kecoak pun enggan menetap. Rumah yang kotor mudah didatangi lalat, tikus dan kecoak pun bersarang, penyakit merajalela.

Sobat Zakat, membersihkan hati sama seperti membersihkan rumah, tidak cukup hanya dengan menyapu kotoran kasat mata, namun juga perlu dipel dengan air yang menyucikan, lalu disterilkan dengan cairan penghilang kuman. Sholat berfungsi seperti sapu bagi hati kita, membersihkan debu dan sampah, Puasa Ramadhan-lah air dan obat pel-nya, yang membunuh kuman maksiat dan bakteri kefasikan beracun tak kasat mata.

Ramadhan bukan hanya memberikan daya pembersihannya melalui puasa, ada sholat-sholat sunnah, juga sedekah dan zakatnya. Semua amalan wajib, sunnah, dan amal kebajikan kita di Ramadhan niscaya bisa meningkatnya daya steril dan kemampuan detoksifikasi hati kita. Keseriusan kita menapaki Ramadhan di setiap hela nikmatnya akan menentukan seberapa bersih hati kita nanti.

Pasca Ramadhan, kita berharap, hati ini lebih siap menerima limpahan cahaya Allah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Mei 2019