Bukan Lautan hanya Kolam Susu

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengibaratkan laut di Indonesia sebagai kolam susu sejatinya merupakan perwujudan syukur bangsa ini atas nikmat Allah SWT yang telah melimpahkan sumber gizi gratis di sepanjang garis pantai Indonesia. Katakanlah lautan Indonesia 5,8 juta km2. Seluas 2,55 juta km2-nya adalah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang bermakna ada lebih dari 12,5 juta ton ikan per tahun yang bisa ditangkap.

Jika digabungkan dengan lebih dari 20 juta ton ikan air tawar, warga Indonesia sebenarnya bisa mengkonsumsi 130 kg ikan setiap tahunnya. Angka ini jauh lebih dari kecukupan ideal WHO yakni 29,5 kg ikan per kapita per tahun. Sayangnya, bagi warga Indonesia ikan belum menjadi pilihan utama jika dibandingkan dengan unggas dan daging merah. Padahal, ikan memiliki peran penting dalam

Tahun 2019 LMI menggagas program Aisumaki, yakni rangkaian kegiatan dari hulu ke hilir sebagai ikhtiar untuk menjadikan kolam susu anugerah Allah SWT ini benar-benar mewujud. Mulai dengan membiasakan anak yatim dan binaan untuk suka memakan ikan, sehingga gizinya terpenuhi. Kemudian, LMI juga membekali orang tua yang tidak mampu secara finansial dengan ilmu kewirausahaan kuliner, permodalan, dan pendampingan untuk membuka usaha kuliner, juga budidaya ikan. Selain itu juga kemudahan bagi nelayan melaut hingga pembiasaan memilah sampah,  mengurangi sampah plastik di laut atau perairan, supaya ikan yang dimakan betul betul sehat bergizi, tidak tercemar mikroplastik.

Mimpi besar kami adalah, bangsa ini benar-benar menjadi bangsa yang mendapatkan rahmat Allah SWT, yang tidak menyia-nyiakan nikmat-Nya, sehingga ia besar, kuat, dan penuh manfaat.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi April 2019