Didik Anak
sesuai kodratnya

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat tersebut. Demikian ujar Ki Hajar Dewantara. Keutamaan mendidik sejatinya bukan terletak kepada penguasaan pelajaran dari sekolah, namun lebih pada pemahaman akan kodrat anak, kodratnya sebagai manusia. Sehingga ketika pembelajaran jarak jauh terpaksa diterapkan demi keamanan di masa pandemi.

Rasulullah diutus untuk menjadi contoh akhlak terbaik bagi manusia. Misi pendidik
adalah menuntun anak-anaknya sedekat mungkin dengan akhlak tersebut. Orang tua yang mendampingi anaknya sekolah dari rumah, bukan serta merta menjadi guru matematika atau guru geograf. Ayah dan Bunda sedang diingatkan fungsinya untuk
menjadi pendidik nomor satu bagi anakanaknya. Dengan demikian, ketika di rumah, sejak anak bangun tidur hingga tidur lagi setiap hari adalah jam belajar. Setiap kegiatan harian bisa menjadi media ajar.
Mindset inilah yang sedang kita bangun. Orang tua tidak boleh berhenti ‘belajar’, agar selalu siap ‘mengajar’.

Belajar dan mengajar apakah itu?

Utamanya adalah tentang akhlak, adab dan sikap hidup yang sesuai dengan tuntunan Islam. Maka kita pun bisa kembali kepada apa yang dikatakan Ki Hajar Dewantara berikutnya: setiap orang adalah guru, setiap rumah adalah sekolah

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Agustus 2020