Terima kasih untuk ASI-mu, Ayah Bundaku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menjadi orang yang memiliki kuasa atas hidup orang lain, seringkali membuka peluang untuk sewenang-wenang. Bentuk sederhana dari kesewenangan adalah sikap meremehkan, mengabaikan, merendahkan, hingga sikap malas yang acuh tak acuh ketika mendengarkan. Bentuk paling kompleksnya, bahkan tidak layak kita ungkapkan dalam kata kata.

Maka wajar jika peringatan Allah kepada anak-anak yang memiliki orang tua di usia lanjut, dan tengah dalam kepengurusannya, agar mereka tetap hormat, tetap sayang, bahkan tidak boleh berkata “ah!”, yakni sebentuk kata yang secara kontekstual menggambarkan kesewenangan.

Sesungguhnya para orang tua adalah manusia yang paling mulia ketika punya kuasa atas anak-anaknya. Membayang kerepotan ayah bunda merawat bayi, tidak terlintas bayangan tindakan.  Bahkan pemuliaannya berlipat ketika sang bunda menjaga makanan agar ASI-nya berlimpah dan menyehatkan,  ayah menjaga penghasilan harian hingga bulanan agar ibu anak tidak berkekurangan. Sanggupkah wahai anak berlaku serupa mulianya mereka?

Terimakasih, Ayah Bunda. Untuk ASI yang sempurna. Untuk hidup yang mulia.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Agustus 2019