cover-oktober-webMenuju Indonesia Bebas Sampah

 

Berkembangnya peradaban manusia tentu saja memunculkan hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Kita bisa menyelesaikan berbagai macam permasalah manusia dengan penemuan dan teknologi. Selain itu, penemuan baru yang dilakukan juga bermanfaat untuk mengolah sumber daya alam dan mineral untuk kehidupan manusia.

Akan tetapi disisi lain, berkembangnya jumlah manusia juga menyisakan berbagai kendala sosial. Jumlah bahan makanan yang tidak memadai; pencemaran tanah, air dan udara hingga kebutuhan akan energi yang terus bertambah.

Salah satu masalah peradaban manusia saat ini adalah penanganan sampah. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Seperti sisa makanan, limbah produksi makanan, bungkus plastik, botol minuman hingga kertas dan besi.

Sampah tersebut ada disekitar kita, dan seiring bertambahnya populasi manusia, jumlah sampah semakin bertambah dan menumpuk di sekitar kita.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan jurnal Science tahun 2015, Indonesia merupakan penyumbang terbesar kedua sampah plastik di lautan sebesar 3,2 juta ton, dibawah Cina yang memiliki sampah plastik sebesar 8,8 juta ton.

Data tersebut diperoleh lewat pemodelan dengan memasukkan faktor skala pembangunan ekonomi negara, jumlah rata-rata sampah yang diproduksi, cara pengolahan sampah, serta jumlah populasi yang bermukim di radius 50 km dari garis pantai.

Hal ini menjadi masalah besar, karena jika terus berlanjut, diperkirakan 40 tahun yang akan datang, permukaan lautan Indonesia akan tertutup oleh sampah plastik pada radius 5 km dari daratan.

Pentingnya menjaga kebersihan laut tentu mutlak, karena selain menjadi rumah bagi biota air seperti berbagai macam jenis ikan, penyu, dan juga rumput laut; laut juga menjadi rantai siklus air.  Ketika laut tertutup oleh sampah, akan mengurangi penguapan air laut untuk proses turunnya hujan, yang tentu saja menimbulkan kekeringan dan naiknya suhu permukaan bumi.

Sebab itu, berhati-hatilah membuang sampah plastik. Kumpulkan sampah sesuai jenisnya dan buanglah sampah pada tempatnya dan manfaatkan sampah yang masih bisa digunakan, untuk menjaga bumi tetap lestari demi anak cucu kita.

 
Link Download Gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Oktober 2016