Menumbuhkan Kecintaan Anak pada Masjid

Fitrah bermain selalu melekat pada anak. Bahkan, ketika ke masjid pun anak-anak tidak bisa terlepas dari fitrah itu. Celoteh riang dan aktivitas fisik identik dengan dunia mereka. Nah, kondisi itu kerap dianggap menjadi masalah bagi sebagian pengurus masjid.

Akibatnya, saat datang ke masjid, ada takmir yang keberatan dengan kehadiran anak-anak. Bahkan ada masjid yang memasang tulisan anak dilarang ke tempat ibadah lantaran khawatir berlebihan terkait kenyamanan jamaah. Konsekuensinya, anak-anak makin jauh dari masjid. Mereka lebih dekat dengan pusat perbelanjaan, taman bermain modern, hingga gadget dan televisi.

Lebih memprihatinkan lagi, masjid kini kebanyakan diisi orang dewasa bahkan lansia. Hal itulah yang akan diangkat Shareletter Laznas LMI edisi kali ini. Sepatutnya orangtua dan manajemen masjid kembali menghidupkan peran masjid sebagai pusat peradaban Islam. Yakni, tempat yang nyaman untuk perkembangan anak-anak.

Dengan tumbuhnya kecintaan pada masjid yang dimulai sejak dini, bakal muncul generasi muda yang hatinya terpaut dengan masjid. Pada akhirnya, hati anak-anak akan selalu merindu dengan masjid. Semoga tidak sampai suatu masa yang pernah dikatakan Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel.

 “Jika suatu saat masa kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak tertawa anak-anak riang di antara shaf-shaf shalat di masjid-masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian di masa itu.”

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Maret 2018