cover majalah

ZAKAT MEMBANGUN NEGERI

Indonesia Terkini

Indonesia, merupakan negara terbesar ke-13 berdasar luas wilayahnya. Badan Informasi Geospasial menyebutkan, luas daratan Indonesia mencapai 1.922.570 km2, dan luas perairan sebesar 3.257.483 km2. Di dalamnya terdapat 13.466 pulau yang terdiri dari 1.340 suku dengan sosio kultur yang berbeda.  Berdasar data tersebut, tentu upaya dalam membangun dan memajukan Indonesia merupakan tugas yang tidak sederhana. Oleh karena itu tidak cukup hanya bergantung pada peran pemerintah, akan tetapi juga butuh peran serta seluruh elemen masyarakat.

Beberapa hal di Indonesia yang hingga saat ini masih menjadi sorotan adalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Jumlah penduduk miskin Indonesia dinilai masih cukup tinggi, berjumlah 27,76 juta jiwa atau sebesar 10,7% dari total populasi (BPS, September 2016). Rasio Gini atau indeks kesenjangan ekonomi di indonesia berada pada angka 0,39 yang berarti bahwa, sebanyak 1% masyarakat menguasai 39% kekayaan nasional. Dan sisanya, 99% masyarakat memperebutkan 61% kekayaan nasional. Tingkat pengangguran terbuka pun dari tanun 2012-2015, meningkat. Dari 7,2 juta jiwa pada Agustus 2012 menjadi 7,56 juta jiwa pada Agustus 2015 (BPS, 2016). Ketimpangan ini berimbas pada banyak hal, antara lain, meningkatnya angka kriminalitas, menurunnya kemampuan masyarakat dalam membiayai putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan yang layak, dan menurunnya kualitas pola hidup sehat.

Potret kondisi pendidikan akibat kemiskinan juga cukup memprihatinkan. UNICEF tahun 2016 menyebutkan sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan, yaitu sebanyak 600 ribu anak usia Sekolah Dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasar BPS kelompok anak-anak putus sekolah tersebut sebagian besar berasal dari keluarga miskin. Hal senada juga di rilis oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada, mengumumkan penelitian Hasil Bantuan Siswa Miskin Endless di 6 provinsi Indonesia. Sebanyak 47,3% responden menjawab tidak melanjutkan sekolah karena permasalahan biaya, 31% memutuskan bekerja untuk membantu orang tua, dan 9,4% karena ingin melanjutkan pendidikan non formal di pesantren atau kursus keterampilan lainnya.

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Juni 2017