cover share aprilMelindungi Generasi dari Ancaman Pornografi

Harapan orang tua untuk mengasuh dan mengantarkan anaknya menjadi anak yang sholeh selalu dipenuhi tantangan. Berbeda zaman, berbeda pula tantangan yang dihadapi. Era keterbukaan dan kebebasan informasi yang dijalani saat ini pun tidak lepas dari tantangan tersebut.

Derasnya informasi di zaman ini tidak hanya membawa arus kebermanfaatan, namun terbawa juga sampah dan hal-hal yang merusak. Salah satu hal perusak yang mengancam harapan indah orang tua kepada anaknya adalah pornografi.

Ancaman pornografi itu nyata, tampak, dan mengerikan dampaknya. Yohana Susana Yembise selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan data yang mengejutkan dari unit Kejahatan Siber Markas Besar Kepolisian RI. Ia menyampaikan bahwa ada 25.000 anak Indonesia yang menonton pornografi tiap harinya.

Data tersebut didukung oleh hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 4000 anak kelas 4, 5, dan 6 SD di tahun 2008 sampai 2010 mengenai perilaku mereka saat mengakses internet. Hasilnya sungguh memilukan. Sebanyak 67% responden mengaku pernah mengakses pornografi. Bahkan angka tersebut naik menjadi 95% pada tahun 2013.

Dampak kecanduan pornografi tidak bisa dibilang enteng, masa depan generasi bisa hancur karenanya. Mark B Kastlemen dalam bukunya The Drug of the New Millennium: The Science of How Internet Pornography Radically Alters the Human Brain and Body mengungkapkan bahwa kecanduan pornografi dapat mengganggu fungsi otak pada tubuh.

Pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada otak bagian Pre Frontal Corteks (bagian otak di belakang dahi). Padahal Pre Frontal Korteks adalah pusat nilai dan moral, perencana masa depan, dan pengatur manajemen diri. Bagian otak ini akan terus berkembang hingga usia sekitar 25 tahun.

Link Download Gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi April 2017