Kesempatan untuk Ikhlas Berqurban

Hidup di dunia ini dipenuhi oleh berbagai kesempatan, dan kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Sebagaimana tujuan hidup manusia di dunia ini adalah beribadah, maka selayaknya manusia mempergunakan segala kesempatan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan untuk berbuat amal shalih.
Segala puji bagi Allah yang bulan lalu masih memberikan kepada kita nikmatnya kesempatan untuk beribadah di bulan Ramadhan dan dipertemukan dengan Idul Fitri. Saat ini, kesempatan ibadah lain datang kembali yaitu datangnya kesempatan berqurban Idul Adha. Dapatkah kita memaksimalkan kesempatan ini?
Dr. Salwa al-udhaidhan berkata, “Ketika kesempatan datang mengetuk pintumu, janganlah terlambat untuk membuka lantas menerimanya, sebelum kesempatan itu berpaling dan mencari orang lain yang pandai melayaninya.”

Berqurban

Kisah Nabi Ibrahim lah yang menjadi teladan ummat Islam di seluruh penjuru dunia untuk menunaikan ibadah qurban. Kisah sejarah tersebut diabadikanoleh Allah Subhanahu Wata’ala di dalam Al-Qur’an sehingga menjadi referensi sepanjang zaman.
Dikisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendapat mimpi yang merupakan wahyu dari Allah untuk menyembelih putranya. Tentu saja peritah ini merupakan ujian yang berat, dikarenakan rasa cintanya kepada Ismail, sang anak.
Mendalami Kisah Nabi Ibrahim dan putranya, terlihat pengorbanan yang luar biasa dilakukan oleh kedua manusia mulia tersebut. Teramat berat perintah qurban yang harus dilaksanakan. Nabi Ibrahim as sebagai seorang ayah harus rela dan ikhlas menyembelih putra kesayangannya.
Siapa yang tega menyembelih anak kesayangan? Sementara bagi Ismail, tentu tidak mudah menerima untuk disembelih hidup-hidup. Itulah ujian keimanan. Ujian ini, dengan berbagai kadar dan bentuknya, mesti dijalani setiap hamba jika ingin menjaga kedekatan jiwanya dengan pemilik jiwa itu sendiri. Dan jika hamba itu lurus keimanannya, ia akan yakin jika Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan menguji melebihi batas kemampuan hambanya.

 

Klik untuk download gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Agustus 2017