Cover Agustus OKEUlama dan Kemerdekaan Indonesia

Peran Ulama dalam Mempersatukan dan Memerdekakan Bangsa

 

Akhir abad 14, kejayaan kerajaan Majapahit berangsur pudar. Saat itu raja yang berkuasa resah dengan perilaku anggota kerajaan dan masyarakat yang jauh dari nilai moral kebaikan. Nampaknya, ajaran dewa yang mereka anut tidak lagi meresap di lapisan masyarakat. Sehingga penyakit masyarakat seperti mencuri, mabuk dan sebagainya merajalela.

Raja Majapahit kemudian meminta tolong kepada Raden Rahmat, putra Syaikh Maulana Malik Ibrahim untuk membantu mengatasi kondisi masyarakat yang sudah parah. Raden Rahmat masih bertalian darah dengan istri sang Raja serta dikenal memiliki ketinggian ilmu. Tak heran kiranya, sang raja meminta tolong kepadanya.

Orang yang terpelajar tentunya mencoba mencari tahu akar permasalahan dan kemudian mencari solusi atas masalah tersebut. Dari situlah, Raden Rahmat kemudian mengajarkan Lima Pantangan bagi masyarakat. Yaitu Moh Main atau tidak mau berjudi, Moh Mendem atau tidak mau minum arak atau mabuk-mabukan, Moh Maling atau tidak mau mencuri, Moh Madat atau tidak mau mengisap candu, ganja dan lain-lain sebagainya, Moh Madon atau tidak mau berzina atau main perempuan.

Ajaran yang kemudian dikenal dengan Moh Limo tersebut, ternyata dapat merubah perilaku masyarakat. Secara berangsur, kehidupan masyarakat Majapahit menjadi lebih baik.

Atas keberhasilan memperbaiki perilaku masyarakat, kerajaan Majapahit menghadiahkan daerah Ampeldenta (di Surabaya) kepada Raden Rahmat. Dan karena menetap Ampeldenta, Raden Rahmat kemudian dikenal sebagai Sunan Ampel, yang berjasa besar dalam mensyiarkan Islam di Indonesia.

Sungguh, Islam masuk melalui berbagai macam hal, bukan untuk merusak, namun untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak yang ada di muka bumi. Seperti yang Rasulullah Shalallahualahiwassalam sabdakan : Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

Demikian juga Islam, masuk ke Nusantara dengan cara yang damai, dan menambahkan kebaikan kepada masyarakat setempat, sehingga semakin beradab.

 
Link Download Gratis —> Ebook Majalah Laznas LMI Edisi Agustus 2016