Konsultasi Syariah

Oleh: Ustaz Prof. Dr. H. M. Roem Rowi, MA.

Ketua Dewan Pengawas Syariah LMI


Pertanyaan:

Assalamualaikum, Ustaz. Saya seorang ayah yang saat ini sedang menimbang-nimbang kualitas agama calon menantu untuk anak saya. Mohon nasihatnya, bagaimana cara kita melihat tingkat keimanan seseorang dalam memilih pendamping hidup. Matur nuwun, Ustaz.

Salam,

Lukman


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullahi warabakatuh,

Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”

Pak Lukman, inti dari ajaran Islam yang sebenarnya adalah akhlak, yaitu buah dari syari’ah dan aqidah. Jika aqidahnya mantap, syariah pasti dijalankan dan akhlaknya pasti mulia. Silakan dilihat dulu, apakah akhlaknya sesuai dengan syariah dan aqidah.

Tiga hal ini diibaratkan seperti pohon dengan aqidah sebagai akar yang menghujam ke tanah. Sebagaimana akar, wujudnya tidak tampak karena sudah mendarah daging dalam diri seorang mukmin. Syariah sendiri merupakan batang yang dapat dilihat, ini seperti hal nya ibadah shalat, puasa, dan haji. Berikutnya adalah akhlak yang merupakan dedaunan rindang dan buah-buah yang tumbuh, yang bermakna keberadaannya memberi manfaat kepada makhluk di sekitar.

Menilai keimanan seseorang pun demikian, yaitu melihat secara utuh tiga hal tersebut dengan mengutamakan akhlak sebagai buah dari syariah dan aqidah. Sayangnya, yang banyak terjadi di masyarakat kita terbiasanya mendahulukan penilaian dari ibadah harian seseorang. Padahal, Rasulullah dulu menunggu 13 tahun untuk memantapkan aqidah dan akhlak, baru turun perintah terkait syariat yaitu shalat.

Semoga putri Bapak mendapat jodoh terbaik yang mulia akhlaknya.