Bangladesh – Penyaluran bantuan kemanusiaan dari Laznas LMI kepada pengungsi Rohingya kembali berlangsung kemarin (3/11). Selama masa distribusi itu, tim relawan Laznas LMI ikut menyaksikan langsung kondisi pengungsi yang serba kekurangan.

Berada di pengungsian, tidak berarti masalah telah selesai. Para pengungsi harus menerima fakta kalau camp penampungan masih kurang layak. Hal tersebut tergambar dari pengakuan Muhammad Ayub. Salah seorang pengungsi yang tinggal dalam tenda sempit bersama keluarganya. Ukurannya hanya sekitar 3×5 meter.

Saat relawan LMI memasuki tenda, jangan harap ada yang namanya ruang tamu seperti tempat tinggal normal. Langsung ada tempat tidur yang hanya terbuat dari tikar plastik. Ruangan dalam tenda disekat dua. Di balik sekat terdapat dapur untuk memasak. Dapurnya pun seadanya. Istri Ayub memasak dengan menggunakan kayu bakar. ”Kayu bakar di sini seikatnya 50 Taka,” ucap Susanto yang terjun langsung memasuki tenda Ayub.

Jika satu Taka Bangladesh sama dengan Rp 162, maka 50 Taka sekitar Rp 8 ribu. Karena itu, tim Laznas LMI selama ini juga memberikan bantuan uang selain sembako. Setiap satu kepala keluarga mendapat donasi sebesar kami 1000 – 2000 Taka sesuai banyaknya keluarga yang menempati camp.

Selain itu, pemberian dana juga untuk menghindari praktik penjualan kembali bantuan sembako yang telah diberikan. Sebab, selama ini ada pengungsi yang menjual lagi sembako tersebut untuk membeli kebutuhan lain.

Sementara itu, sebagian besar etnis Rohingya sebenarnya ingin kembali ke Myanmar. Mereka berharap bisa pulang ke kampung halaman. Masalahnya, banyak info beredar yang menyatakan kalau pengungsi ingin kembali ke Myanmar harus mengurus visa seperti turis. Mereka dianggap layaknya warga negara asing. Padahal, satu juta lebih pengungsi Rohingya itu lahir di Myanmar.

 Untuk meringankan beban pengungsi, tim relawan Laznas LMI akan terus menyalurkan bantuan. Seperti dengan mendistribusikan ratusan paket sembako kepada warga etnis Rohingya yang terusir dari kampung halamannya di Myanmar. (susanto/nir)