MALANG – Ahad pagi (5/8), di antara keramaian pengunjung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) tampak segerombol anak-anak antre memasuki halaman Museum Barawijaya. Mereka adalah anak dhuafa binaan Laznas LMI yang akan memeriksaan gigi dan mendapat layanan pembersihan karang gigi (CUKAGI).
.
Kepedulian masyarakat terhadap kesehatan gigi masih terbilang rendah, terlebih bagi dhuafa dengan pendapatan yang tidak menentu baik harian maupun bulanan. Sementara gigi menjadi salah satu bagian terpenting tubuh yang diharapkan dapat tetap kuat dan berfungsi dengan baik hingga usia senja. “Anak-anakku, hari ini kita diperiksa dan dibersihkan giginya. Nanti, kakak-kakak dokter di sini akan ngajari kita cara menyikat gigi dan membersihkan tangan yang benar,” sapa Sofia Dewi dalam sambutannya selaku manajer area IV Laznas LMI.

Setelah ketua PDGI Malang Raya drg. Muhammad Zamroni menyampaikan bahwa bahaya karang gigi bisa memicu kanker, lalu secara bergantian, drg. Pamela dan drg. Gita mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar. Semantara drg. Razak mengajak anak-anak untuk simulasi cara mencuci tangan yang benar, mulai dari membersihkan sela jari hingga kuku-kuku di setiap jari. Anak-anak juga diminta menceritakan pengalamannya membersihkan gigi dan dipersilakan bertanya langsung tentang apapun ke para dokter.

Kali ini acara CUKAGI ditutup dengan mengunjungi museum. Anak-anak pun berbaris teratur memasuki museum Brawijaya yang menyimpan benda-benda bersejarah. Hari itu mereka tidak hanya belajar tentang menjaga kesehatan untuk dirinya sendiri tetapi juga menambah wawasan dengan menyaksikan Indonesia ratusan tahun silam.

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik