Mayoritas ulama sepakat, hukum melaksanakan kurban adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, tidak sedikit masyarakat kita masih menganggap berkurban hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kaya. Padahal di luar sana, banyak saudara kita yang kondisinya mungkin tidak seberuntung kita, namun dapat menunaikannya.

Seperti yang dialami oleh Ibu Kartini, salah satu donatur Laznas LMI yang berdomisili di Magetan. Pensiunan guru tahun 2013 tersebut begitu antusias untuk berkurban walaupun di tengah keterbatasan. Janda tujuh anak berpenghasilan pas-pasan ini bertekad untuk kurban setiap tahun. Baginya, menunaikan syariat kurban adalah kewajiban untuk menjadi seorang muslim yang baik, apapun kondisi yang dia jalani.

“Perintah Allah tidak pernah memberatkan hambanya. Saya yakin itu. Tinggal kita yang harus berusaha,” ucapnya.

Salah satu rahasianya agar kita bisa berkurban walau dalam kondisi serba terbatas adalah dengan menabung melalui Tabungan Qurban Laznas LMI. Sebuah program yang memberikan kesempatan kepada setiap muslim untuk mendapatkan berkah ibadah kurban. Tidak perlu keluar, petugas LMI akan menjemput niat baik kita ke rumah. Ibu Kartini bahkan telah menabung sejak 4 tahun yang lalu.

“Qurban itu bikin saya merasa hidup ini tenang, tidak kemrungsung. Tidak hanya meringankan beban untuk menunaikan kurban, tetapi juga lega karena LMI alhamdulilah amanah. Apalagi ini perintah Allah, bila tidak dipaksa, kapan kita akan menunaikannya. Umur tidak ada yang tahu,” jelasnya.

Mari mengikuti jejak Ibu Kartini yang lebih dahulu memiliki Tabungan Qurban Laznas LMI. Bagaimanapun, berkurban adalah ibadah yang penuh dengan kemuliaan, jangan sampai kita melewatkannya.

Bila kita belum bisa menyisihkan sebagian harta titipan untuk menabung kurban, lantas bagaimana Allah akan menambah, sementara kita belum amanah?