Pagi itu, Jumat (5/4) Mbah Sukimin dan Mbah Tambar mulai menanam bibit padi pertama di Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Madiun. Mereka sebelumnya adalah buruh tani yang kemudian menjadi binaan Laznas LMI untuk “Tani Nusantara”, yaitu program bantuan permodalan usaha pertanian. Dana operasional ini diperoleh dari dana Infak Jariah Produktif.

Sebanyak 6 kg benih padi jenis Cibogo pilihan telah disemai 2 pekan sebelumnya, kini saatnya disebar di tanah seluas kurang lebih 7.000 m2. Sebanyak 12 orang pekerja tambahan membantu penanaman padi dengan sistem borongan per petak sawah. Mereka memulai aktivitas sejak pukul 05.30 WIB hingga 14.00 WIB. Setelah 4 bulan ke depan, diperkirakan lahan pertanian tersebut akan menghasilkan kurang lebih 4 hingga 5 ton beras.

Jika umumnya petani yang mengerjakan sawah milik orang lain mendapat bagian 1/3 dari hasil panen, maka melalui program Tani Nusantara ini para penggarap sawah akan menerima 2/3 bagian. Sementara itu, 1/3 lainnya akan diserahkan pada Laznas LMI untuk digulirkan ke beberapa program lainnya seperti beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial.

Melalui Infak Jariyah Produktif, mari berkontribusi untuk perluasan pengembangan program Tani Nusantara di Nganjuk, Jombang, Trenggalek, Pasuruan, dan beberapa daerah lainnya. Indonesia, khususnya Jawa memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Namun, sampai kapan pekerja di sektor pertanian hidup jauh dari kesejahteraan?

Jika ingin mendukung kesejahteraan petani melalui program Tani Nusantara, silakan salurkan Infak Jariyah Produktif Anda melalui :
Bank Syariah Mandiri (BSM) 708 260 4191
a.n Lembaga Manajemen Infaq
Kode Transfer: 43, contoh Rp 1.000.043,-

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik