Malang – Memiliki seorang anak dengan keterbatasan fisik membuat orangtua harus berusaha ekstra untuk merawat. Hal itu juga yang dijalani Yuli Mardiati. Anaknya yang kedua lumpuh sejak bayi sampai kini usianya sepuluh tahun.

Sebelum bertemu dengan Laznas LMI, Yuli hidup dengan keterbatasan. Sebab, dia mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari salah satu pabrik sepatu di Bedali, Lawang, Malang. Perusahaan yang mempekerjakannya terkena pailit.

Ketika itu, uang pesangon dari PHK digunakan untuk wiraswasta membuat dan menjual telur asin. Termasuk membuat berbagai macam kue kering sesuai pesanan. Namun, akhirnya usaha kecil-kecilan itu gulung tikar.

Saat ini, dia sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga tidak tetap di sebuah keluarga. Dari situ lah Yuli mendapat penghasilan. Masalahnya, pengeluaran biaya berobat anaknya meninggi. Apalagi biaya untuk kebutuhan harian dan biaya sekolah anak juga semakin banyak. Maklum, anak pertamanya saat ini duduk di bangku kelas X SMKN 1 Singosari.

Lantaran kondisi itu, anaknya tidak terobati secara maksimal. Beruntung, Yuli bertemu dengan Lutfi, salah seorang pegawai di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang. Lutfi juga memiliki putra dengan kondisi yang sama dengan anak Yuli. Yakni menderita lumpuh.

Lutfi lah yang mengenalkan Yuli dengan Laznas LMI untuk mendapat bantuan biaya berobat. Dia juga menawarkan rumahnya untuk ditinggali Yuli dengan sistem kontrak per tahun dengan cicilan bulanan semampunya.

Yuli pun diberdayakan dengan bantuan modal usaha. Ia pun kembali memulai usaha pembuatan telur asin. Dengan begitu, diharapkan Yuli dapat kembali bangkit berkarya dan anaknya dapat diobati dengan maksimal. (nir)

————————–

Laznas LMI
 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
 0822 3000 0909
 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik