Bejo 1PONOROGO – MADIUN –- Tim #SedekahBlusukan Lembaga Manajemen Infaq dalam perjalanannya kali ini bersilaturohim ke rumah “BEJO”, salah satu warga desa Sahang, Ponorogo. Bejo adalah sosok pemuda yang luar biasa dan mengagumkan dengan segala keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Orang-orang dengan keterbatasan fisik seperti Bejo biasanya tidak mendapat tempat di masyarakat luas. Mereka lebih sering dianggap beban daripada potensi yang terpendam. Itulah sebabnya kebanyakan kaum difable (cacat) cenderung tersisih. Dan Bejo tidak menafikkan hal itu, dikucilkan, dijauhi dan diremehkan serta dianggap sebagai beban juga ia rasakan.

Mimpi dan keinginannya untuk dapat bersekolah seperti teman-teman sebayanya hanya sekedar mimpi yang tak kunjung bertepi. Ia sadar bahwa kondisi fisiknya tidak memungkinkan dan kedua orang tuanya tidak akan mampu menyekolahkan dirinya. Ia rela dan berusaha berbesar hati walau hanya dapat melihat saja dari kejauhan ketika teman-teman sebayanya pulang dari sekolah, membawa tas, saling bercerita dan bercanda tawa.

Pernah terbesit dalam benaknya untuk menggunakan tangan palsu, agar dapat bergabung dan bermain bersama teman-temannya. Namun lagi-lagi orang tuanya tidak mampu membelikannya. Tangan palsu impian pun hanya sekedar mimpi dan mimpi yang belum terwujud hingga kini.

Kondisi fisik yang difabel (cacat tanpa dua tangan) merupakan ujian mahaberat yang menimpa Bejo. Dan ujian ini kian berat ketika diusianya yang muda, SD, Allah memanggil kedua orang tuanya selama-lamanya. Ia pun bersama kakak perempuan dan adiknya harus hidup mandiri.

Disinilah letak ke-luarbiasa-an Bejo, ujian ini disikapinya dengan pikiran terbuka dan jiwa yang lapang. Kedua tangan yang tidak dimilikinya dianggapnya sebagai Anugerah Terbaik untuknya dari Allah swt. Dan sikap inilah yang membangkitkan Bejo dari rasa minder dan rendah diri.

Seiring dengan waktu, kini Bejo sudah berusia 23 tahun, aktifitas kesehariannya dilalui dengan semangat dan terus bersyukur atas anugerah yang diterimanya. Semua aktifitas normal dapat dilakukannya walau dengan susah payah. Mencari rumput untuk ternak kambing, mencari kayu bakar hingga mencuci pakaian ia kerjakan sendiri.

Layaknya pemuda yang lain, Bejo pun berharap dan berkeinginan untuk dapat hidup mandiri dengan usaha tani dan ternak kambing. Menurutnya dengan memiliki ternak sendiri dan berpenghasilan sendiri, tidak seperti sekarang berharap dapat memperbaiki/meningkatkan kesejahteraan hidupnya. “Ya.. syukur-syukur dapat digunakan membeli tangan palsu”, Imbuhnya.

Saya sendiri sangat kagum dan terharu ketika menyaksikan pemuda ini dengan piawai memotong rumput dengan sabit “Arit” dengan kakinya.

SUNGGUH LUAR BIASA

Semoga kisah ini dapat bermanfaat dan dapat mengambil hikmahnya. #CareToShare

Ingin membantu dan berpartisipasi hewan ternak atau tangan palsu untuk BEJO dapat menghubungi :

 

logo_lmi_web

Lembaga Manajemen Infaq | care to share

Jl. Barata Jaya XXII / 20  Surabaya Telp. 031 505 3883 Faks. 031 502 2662

Jl. Asahan No 41 Madiun Telp. 0351 7737722 :: Hotline 0851 0073 7722

Website: http://www.lmizakat.org