Maluku Utara – Raut wajah gembira nampak pada wajah Nessa Endira Putri. Siswi baru kelas IX SMAIT Insan Kamil Halmahera Selatan ini tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya karena mendapatkan beasiswa pendidikan dari Laznas LMI.

Ibunya pengrajin sagu lempeng yang hasilnya dijual ke pasar tradisional. Tapi, tidak setiap hari sang ibu dapat berjualan karena beberapa kendala. Tiap pekan penghasilannya tidak menentu, kadang hanya dapat untung 200 ribu bahkan kurang. Nessa sendiri ingin melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP, namun keluargnya kesulitan secara finansial.

Selama ini, Nessa adalah siswa berprestasi di sekolahnya. Dia pun juga sedang menghafalkan quran dan sudah memiliki 3 juz hafalan Quran. Demi mendukung cita-citanya, Laznas LMI melalui kemurahan donatur menyalurkan bantuan beasiswa. “Alhamdulillah, saya senang dapat melanjutkan sekolah lagi,” ungkap Nessa yang tak dapat menyembunyikan rasa harunya. Sabtu (11/7), Nessa beserta 8 orang siswa lainnya menerima bantuan biaya pendidikan.
Kepala Laznas LMI Perwakilan Maluku Utara, Andres Irawan mengatakan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian terhadap generasi muda. “Kita melihat kesempatan bersekolah belum semuanya dapat dinikmati oleh anak-anak kita, dengan berbagai macam sebab. Dengan dana donatur yang dipercayakan kepada LMI, insya Allah kita berusaha mencerdaskan anak-anak kita, khususnya yang yatim dan dhuafa”, ujar Andres.

Pada kesempatan tersebut, LMI juga melakukan kesepakatan dengan Yayasan Insan Kamil Halmahera Selatan untuk bekerjasama dalam memajukan pendidikan di Maluku Utara. Di antaranya dalam bentuk bantuan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat terus bersekolah. Proses penyerahan beasiswa ini menggunakan protokol pencegahan covid yaitu menghindari munculnya kerumunan dan menggunakan masker.