KEDIRI – Biasanya, bagi pedagang kecil yang belum tentu mendapat untung per harinya, menabung akan terasa berat. Apalagi untuk memenuhi keinginan tertentu yang rasanya entah kapan dapat terwujud. Termasuk bagi Diah Ernawati, seorang penjual bubur ayam di Pare yang lima tahun lalu bercita-cita ingin berqurban.

Erna mengawali berwirausaha setelah kena PHK dari tempatnya bekerja di Jakarta. Berbagai jenis makanan pernah dia coba, hingga akhirnya memutuskan menjual bubur di tahun 2012. Tiga tahun kemudian, Erna mulai berniat untuk berqurban.

“Awalnya saya cuma nabung sendiri, sepuluh ribu per bulan, karena hasil jualan seringnya cuma cukup untuk belanja harian. Tapi, kalau pas bubur saya ga laku, ya uang tabungan saya ambil lagi. Saya jadi mikir, kapan bisa qurban kalau begini.” akunya.

Suatu hari perempuan yang harus menghidupi diri sendiri dan keponakannya ini diperkenalkan dengan Laznas LMI. Sejak itu pula petugas rutin datang per bulan untuk mengelola tabungan qurban Erna. Hingga 2 bulan lalu, tidak terasa uang yang dia sisihkan sudah cukup untuk membeli seekor kambing.

“Saya tidak punya suami dan tidak ada anak. Semoga qurban ini diterima oleh Allah, bisa memperberat amalan saya di akhirat. Aamiin.” ucapnya penuh bahagia karena dapat berqurban tahun 2019 ini.

Laznas LMI
🏢 Jl. Baratajaya XXII No. 20 Surabaya
☎️ 0822 3000 0909
🌐 www.lmizakat.org
————————–
📄 SK LAZNAS – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 184 Tahun 2016
🏆 Penerima BAZNAS AWARD 2017 Kategori LAZ Nasional dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik