Pahlawan Islam

 

Abdurrahman Ad-Dakhil punya nama lengkap yang sangat panjang, yaitu Abdurrahman bin Muawiyyah bin Hisyam bin Abdulmalik bin Mirwan bin Al Hakkam bin Harb bin Umayyah. Beliau lahir dari Bani Umayyah pada tahun 110 H atau 728 M. Pemuda ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang cerdas, berani, tegar, kuat, dan menjadi orang pertama yang membangun peradaban Islam di Andalusia, wilayah Spanyol selatan yang sekarang disebut Granada.

Ad-Dakhil besar saat pemerintahan Bani Umayyah berada pada puncak kejayaan yang dipimpin oleh kakeknya, Hisyam, selama 20 tahun  (724 – 743 M) di Damaskus, Irak. Ketika itu seluruh rakyatnya makmur, sejahtera, ilmu pengetahuan dan kesusastraan maju pesat, perdagangan juga sedang ramai-ramainya. Ad-Dakhil juga menyaksikan kakeknya yang cakap dalam  memerintah negeri sekaligus ahli dalam bidang strategi militer.

Pada tahun 756 M Ad-Dakhil berhasil memimpin Andalusia dan menjadikan Cordoba sebagai ibu kotanya. Beliau ingin sekali memakmurkan rakyatnya seperti Hisyam, Sang Kakek dulu memimpin kerajaannya.  Rupanya Allah melimpahkan rahmat kepada negeri ini. Selama masa kepemimpinan Abdurrahman Ad-Dakhil, Andalusia mengalami puncak kejayaan di segala bidang. Mulai dari ilmu pengetahuan, kesusasteraan, dan pasukan militer yang kuat.

Menyadari letak negerinya yang sangat mungkin diserang musuh lewat darat dan laut, pemimpin yang dijuluki Rajawali dari Quraisy ini mulai mendirikan pabrik pedang dan gudang persenjataan. Beliau juga pembuat pabrik manjaniq, yaitu ketapel besar yang dapat menembakkan peluru. Pasukan militer diperkuat dengan armada laut yang semakin lama semakin banyak jumlahnya. Ad-Dakhil juga membangun benteng untuk menjaga keamanan di perbatasan Andalusia. Benteng tertingginya berada di Zaragoza.

Cordoba yang saat itu bertahan sebagai ibu kota Andalusia menjadi perhitungan dunia. Kota tersebut mampu bersaing megah nan gagah dengan Bagdad dan Konstatinopel. Ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat dibanding wilayah lain di seluruh Eropa. Indahnya Cordoba dikenal ibarat Pengantin Andalusia dan Permata Dunia.

Ad-Dakhil juga membangun taman terbesar dalam sejarah kerajaan Islam, namanya Ar-Rashafah. Beliau juga sempat memperluas Masjid Cordoba, bangunan agung yang sebelumnya berfungsi sebagai katedral. Namun, saat ini fungsinya sudah beralih kembali menjadi katedral dengan nama La Mezquita Catedral de Córdoba.

Abdurrahman Ad-Dakhil adalah pemimpin yang cerdik dan memiliki keinginan besar untuk memimpin negeri semakmur saat kakeknya berkuasa. Beliau akhirnya berhasil membangun kembali Dinasti Umayyah II yang mampu mempertahankan kerajaan Islam di negeri barat sampai tahun 1031 M. Jejak kejayaan Islam pada dinasti ini masih dapat dijumpai, salah satunya adalah Istana Alhambra.

Gelar Ad-Dakhil didapat Abdurrahman dari keberhasilannya masuk dan memimpin Andalusia. Beliau meninggal setelah 32 tahun memerintah, tepat di usia 61 tahun. Sosok pahlawan kita yang berhasil mensyiarkan Islam sampai di Benua Eropa.